Ada Bang Jago Dibalik,YN, Dan AS. Alur muara  Air Kantung Kini Menjadi Sasaran Usai Sungai Nelayan Dua Hancur Dan Porak Poranda.

Blog70 Dilihat


‎
‎Babel bersuara.com.
‎​SUNGAILIAT – Imbauan dari Aparat Penegak Hukum (APH) tampaknya hanya dianggap angin lalu bagi para pelaku tambang timah ilegal jenis ponton yang beroperasi di alur Muara Air Kantung, Sungailiat. Bukannya berhenti, aktivitas yang jelas-jelas merusak lingkungan dan melanggar hukum ini justru makin nekad dan terang-terangan beroperasi.03/20/2026.
‎
‎​Sikap membandel para penambang ini memicu keprihatinan sekaligus kecaman publik. Muncul dugaan kuat adanya praktik “kebal hukum” yang ditunggangi oleh sosok-sosok di balik layar yang mengoordinasi tambang ilegal tersebut.
‎
‎​Ada Aktor YN, ASN, hingga Sosok “Bang Jago”
‎
‎​Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber terpercaya, operasi tambang ilegal ini diduga kuat disetir oleh seorang aktor berinisial YN yang beralamat di Nelayan Satu. Setelah wilayah Sungai Nelayan Satu hancur dan porak-poranda akibat penambangan liar, kini sasaran pembalakan lingkungan oleh YN bergeser ke alur Muara Air Kantung.
‎
‎​Tak berhenti di situ, permainan sengkarut ini disinyalir makin keruh karena di belakang YN, disinyalir ada keterlibatan berinisial AS, Keduanya diduga merasa jemawa karena berada di bawah payung perlindungan sosok sakti yang dijuluki “Bang Jago”.
‎
‎​Kondisi ini seolah mempertegas pernyataan mencekam dari tim pengurus tambang ilegal di lapangan. Sumber menyebutkan bahwa kelompok pengoordinir tambang secara terbuka sempat bersumbar tidak takut dengan wartawan dan hanya takut dengan APH. Celah dan keberanian mengabaikan imbauan petugas ini memperkuat dugaan adanya sokongan figur berpengaruh yang membuat mereka merasa tak tersentuh hukum.
‎
‎​Kampus Polman Babel Menolak Keras: Mengganggu Kuliah dan Ancam Aset Negara
‎
‎​Dampak ugal-ugalan aktivitas tambang ilegal ini kini merembet langsung ke dunia pendidikan. Kampus Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung (Polman Babel) mengeluhkan keras keberadaan ponton-ponton ilegal yang beroperasi makin dekat dengan area kampus.
‎
‎​Suara gaduh mesin tambang yang mendengung saban hari dinilai sangat mengganggu ketenangan dan proses belajar-mengajar para mahasiswa.
‎
‎​Humas Kampus Polman Babel, Adi, menegaskan bahwa pihak kampus bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Polman Babel telah berkoordinasi dengan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bangka untuk menyatakan sikap tegas: menolak keras seluruh aktivitas tambang ilegal di sekitar muara Air Kantung.
‎
‎Saat di konfirmasi oleh tim redaksi Nelayan ,pancing, Hrm,kini masih berada di laut Mendengar informasi Tambang ilegal Kini kembali beraktifitas
‎Ia akan bersatu dengan rekan nelayan
‎Kalau memang tidak mau berhenti beraktivitas ia akan bersatu untuk aksi.
‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *