Cepot Bantah Keras Tuduhan Curi Timah di Pos Jelitik: “15 Tahun Berkarier, Tak Pernah Merugikan Orang Lain!”

Blog79 Dilihat

Babelbersuara.com

Bangka Belitung – Direktur CV Timah Inti Nusa (CV TIN) yang akrab disapa Cepot angkat bicara dan memberikan klarifikasi tegas terkait isu dugaan kehilangan timah sekitar 9 kilogram di Pos Jelitik, Sungailiat, yang sempat dikaitkan dengan namanya. Ia membantah keras segala tuduhan yang mengarah kepadanya.

Dalam keterangannya, Minggu (14/06/26), Cepot menegaskan dirinya tidak memiliki alasan sedikit pun untuk mengambil hak milik pihak lain. Ia pun membanggakan rekam jejak kariernya selama hampir 15 tahun di dunia pertimahan yang bersih dan tidak pernah bermasalah.

“Saya tidak pernah mengambil hak orang lain. Selama hampir 15 tahun berkecimpung di dunia ini, silakan cari siapa saja yang pernah saya tipu atau rugikan. Tidak ada,” tegas Cepot.

Bukan hanya berbicara soal rekam jejak bisnis, Cepot juga menyinggung kepeduliannya pada masyarakat. Ia menceritakan, pada Jumat (12/06) lalu, ia baru saja membagikan ratusan paket sembako berisi beras, minyak goreng, kopi, gula, mi instan, dan kebutuhan pokok lainnya kepada warga yang membutuhkan.

Menurutnya, tuduhan yang disematkan kepadanya sangat tidak masuk akal. Pasalnya, lokasi penyimpanan timah di Pos Jelitik dijaga dan diawasi secara ketat selama 24 jam oleh petugas keamanan.

“Kalau memang ada niat mengambil timah, mana mungkin dilakukan di tempat yang dijaga ketat dan diawasi sepanjang waktu? Itu tidak logis sama sekali,” ujarnya.

Terkait selisih berat timah yang disebut berkurang sekitar 9 kilogram, Cepot menilai hal itu murni faktor teknis, bukan akibat pencurian. Ia menjelaskan, material timah dari ponton umumnya masih basah dan mengandung kadar air tinggi saat dimasukkan ke tong penyimpanan. Saat ditimbang ulang, kadar air tersebut berkurang, sehingga beratnya pun otomatis berubah.

“Jumlah karung saat dihitung ulang lengkap, tidak ada yang hilang. Selisih berat itu murni karena kadar air yang menguap, bukan ada yang dibawa lari,” jelasnya.

Ia menambahkan, pada malam kejadian sudah dilakukan pertemuan, penghitungan ulang, dan penimbangan kembali yang disaksikan sejumlah saksi. Hasilnya, jumlah karung sesuai dan tidak ditemukan kejanggalan fisik apa pun. Meski demikian, Cepot tetap berani bertanggung jawab sepenuhnya jika nanti terbukti ada keterlibatannya.

“Saya siap mempertanggungjawabkan segalanya jika terbukti bersalah. Saya yakin, kebenaran pasti akan terungkap,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bangka, Lukman, juga memberikan pandangannya. Berdasarkan data dan fakta yang ia peroleh, ia tidak menemukan indikasi pencurian seperti yang dituduhkan.

“Sepengetahuan saya, ini bukan kasus pencurian. Jumlah karung lengkap, tidak ada kekurangan fisik. Saya harap semua tenang, tunggu fakta yang jelas. Selesaikan secara objektif berdasar data, jangan bikin kegaduhan di masyarakat,” kata Lukman.

Ia pun menyerahkan penelusuran penyebab selisih berat sepenuhnya kepada pihak berwenang. Sementara itu, isu dugaan pencampuran material berkadar rendah atau tailing yang sempat mencuat masih dalam tahap pengecekan, belum ada konfirmasi resmi.

Redaksi masih terus berupaya mengonfirmasi kepada pihak pengawas lapangan, perusahaan terkait, dan saksi lainnya demi menyajikan informasi yang lengkap dan berimbang. (AD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *