DIDUGA JADI KORBAN PENIPUAN JUAL BELI MOBIL, EGO RUGI Rp 57 JUTA — PRIA YANG MENGAKU ANGGOTA TNI DIDUGA MENGHILANG

Blog34 Dilihat

Babel bersuara.com
‎
‎SUNGAI LIAT, BANGKA — Nasib nahas dialami Ego, warga Kampung Pasir, Sungailiat, Kabupaten Bangka.10/10/1026.
‎
‎Ia mengaku mengalami kerugian sebesar Rp57 juta setelah menyerahkan uang muka (DP) untuk pembelian mobil Honda Brio tahun 2014 kepada seorang pria bernama Wahyu Hizbullah, yang disebut mengaku sebagai anggota TNI asal Koba.


‎
‎Berdasarkan penuturan Ego, perkenalan keduanya bermula melalui media sosial Facebook. Komunikasi yang awalnya terjalin di dunia maya itu kemudian berlanjut dengan pertemuan langsung di kawasan perumahan Air Hitam, Pangkalpinang.
‎
‎Dalam pertemuan tersebut, Wahyu disebut mengaku bahwa perumahan itu merupakan miliknya.
‎
‎Ia juga menyampaikan bahwa istrinya bekerja di Indo Mard, kawasan Taman Sari, Pangkalpinang. Pengakuan tersebut diduga membuat Ego semakin percaya terhadap sosok yang dikenalnya itu.
‎
‎Uang DP Rp57 Juta Diserahkan, Mobil Tak Kunjung Ada
‎Pada 1,Oktober 2028, menurut keterangan Ego, dirinya menyerahkan uang muka sebesar Rp57 juta untuk membeli satu unit mobil Honda Brio tahun 2014. Kesepakatan awalnya, sisa pembayaran akan dilunasi setelah mobil tersebut tersedia.
‎
‎Namun, mobil yang diharapkan tak kunjung diterima. Persoalan semakin mencurigakan ketika sekitar satu minggu kemudian Ego mencoba menghubungi Wahyu melalui WhatsApp, tetapi nomor yang bersangkutan sudah tidak aktif.
‎
‎Ego mengaku memperoleh informasi bahwa Wahyu telah meninggalkan rumahnya. Hingga kini, menurut Ego, keberadaan pria tersebut belum diketahui dan belum ada kabar yang diterimanya.
‎
‎Kondisi itu membuat Ego merasa dirugikan dan berharap persoalan yang dialaminya mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum (APH).
‎
‎Mengaku Anggota TNI, Nama Disebut Tak Tercatat di Kesatuan
‎Persoalan ini semakin menjadi perhatian karena Wahyu disebut-sebut mengaku sebagai anggota TNI.
‎
‎Redaksi mencari informasi melalui kesatuan anggota TNI, nama Wahyu
‎Hazbullah disebut tidak ada di kesatuan TNI.
‎
‎Informasi tersebut perlu ditindaklanjuti melalui klarifikasi resmi dari pihak berwenang. Jika benar terdapat penggunaan identitas sebagai anggota TNI tanpa dasar yang sah,
‎persoalan ini perlu ditelusuri lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
‎
‎Dugaan ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pengakuan status, jabatan, maupun latar belakang seseorang dalam transaksi jual beli kendaraan, terutama jika transaksi dilakukan tanpa pemeriksaan dokumen dan jaminan yang memadai.
‎
‎Ego Minta APH Bertindak,

Masyarakat Diminta Beri Informasi
‎Ego berharap aparat penegak hukum bisa membantu menelusuri keberadaan Wahyu Hizbullah, serta mengusut dugaan kerugian yang dialaminya.
‎
‎Ia juga meminta masyarakat yang mengetahui atau memiliki informasi mengenai keberadaan Wahyu agar menyampaikannya kepada pihak berwajib melalui jalur resmi.
‎
‎Kasus ini diharapkan mendapat penanganan yang transparan agar persoalan dugaan penipuan jual beli mobil dapat terungkap dan hak pihak yang merasa dirugikan memperoleh kepastian hukum.
‎
‎Catatan redaksi: Pemberitaan ini disusun berdasarkan keterangan yang diberikan pihak pengadu. Dugaan penipuan, identitas sebagai anggota TNI, dan informasi mengenai keberadaan terduga masih perlu diverifikasi kepada pihak terkait. Asas praduga tak bersalah tetap harus dihormati.”

(Andu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *