PT Timah dan HNSI Tebar Atraktor Cumi di Laut Rambak, Dorong Nelayan dan Aktivitas Tambang Berdampingan

Blog147 Dilihat

Babel bersuara.com

SUNGAILIAT — Dalam rangka memperingati Hari Habitat Sedunia, PT Timah Tbk bersama Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) menggelar kegiatan penebaran atraktor cumi di perairan Laut Rambak, Sungailiat, Kabupaten Bangka.Selasa, 06/09/2027

Sebelum penebaran atraktor cumi dilakukan, kegiatan diawali dengan seremoni di kawasan Pantai Rambak.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah unsur terkait, di antaranya perwakilan Polairud, TNI AL, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perikanan, Polairud Polda, Polairud Polres Bangka, Pos AL Sungailiat, PT Timah, Kelurahan Jelitik, organisasi masyarakat Pemuda Pancasila, Laskar Pesisir, serta nelayan setempat.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap keberlanjutan ekosistem laut sekaligus upaya membantu meningkatkan potensi ekonomi masyarakat pesisir, khususnya nelayan.

Salah seorang nelayan asal Rambak, Ipan, menyambut positif penebaran atraktor cumi tersebut.

Menurutnya, keberadaan atraktor dapat memberikan manfaat bagi nelayan dalam mendukung aktivitas penangkapan ikan dan cumi di wilayah perairan setempat.

Ipan mengaku selama ini kehidupan keluarganya sangat bergantung pada hasil melaut. Ia memiliki tiga orang anak, satu di antaranya telah menyelesaikan pendidikan perguruan tinggi, sementara dua lainnya masih bersekolah.

“Alhamdulillah, semuanya dari hasil mencari nafkah di laut,” ujar Ipan.

Saat disinggung mengenai dampak aktivitas pertambangan timah di wilayah perairan setempat, Ipan mengakui adanya endapan lumpur di dasar laut. Namun, menurutnya, kondisi tersebut sejauh ini belum terlalu berdampak terhadap aktivitasnya sebagai nelayan.

Ia menilai aktivitas pertambangan timah di laut dan aktivitas nelayan masih memungkinkan untuk berjalan berdampingan, dengan tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan kepentingan masyarakat pesisir.

Sementara itu, Ketua HNSI Lukman, S.Pd., mengatakan pemilihan jumlah atraktor cumi dalam kegiatan tersebut memiliki makna tersendiri.

Sebanyak 81 atraktor ditebar sebagai simbol yang dikaitkan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Lukman menegaskan bahwa HNSI merupakan wadah perjuangan dan aspirasi para nelayan.

Karena itu, pihaknya menyatakan akan selalu merespons setiap persoalan yang menyangkut kepentingan nelayan.

“HNSI ini bapaknya nelayan. Kalau ada nelayan yang mengadu terganggu dengan aktivitas tambang, kami akan cepat tanggap, karena HNSI adalah wadah nelayan,” tegas Lukman.

Menurutnya, dukungan HNSI terhadap kepentingan nelayan bukan berarti secara otomatis menolak seluruh aktivitas pertambangan timah.

Ia menekankan pentingnya mencari titik temu agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan tanpa mengesampingkan kepentingan nelayan dan keberlanjutan lingkungan.

“HNSI sangat mendukung nelayan. Bukan berarti menolak tambang timah. Kami mendukung agar nelayan dan aktivitas tambang bisa berdampingan,” katanya.

Dengan adanya penebaran atraktor cumi tersebut, diharapkan potensi sumber daya laut di perairan Rambak dapat semakin berkembang sekaligus memberikan manfaat bagi kehidupan ekonomi masyarakat nelayan.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara perusahaan, organisasi nelayan, pemerintah, aparat keamanan, organisasi masyarakat, dan masyarakat pesisir dalam menjaga keberlanjutan wilayah laut serta meningkatkan kesejahteraan nelayan.

( ANDU)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *