Satpol PP Babel Turun Langsung Cek Aktivitas Tambang Timah di Belakang Kampus Polman Babel

Blog113 Dilihat

Babel bersuara.com
‎
‎BANGKA BELITUNG – Tak disangka, aktivitas pertambangan timah yang berada di perairan belakang Kampus Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung (Polman Babel) kembali menjadi perhatian.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung turun langsung ke lokasi untuk melakukan monitoring dan peninjauan terhadap keberadaan aktivitas pertambangan tersebut, Rabu (7/10/2026).
‎
‎Kunjungan tiga personel Satpol PP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu diterima pihak Humas Polman Babel.
‎
‎Kedatangan mereka merupakan bagian dari peninjauan lapangan untuk melihat secara langsung kondisi serta keberadaan aktivitas pertambangan timah yang berada di sekitar perairan belakang kampus.
‎
‎Saat dikonfirmasi babelbersuara.com, Humas Polman Babel, Hadi, membenarkan adanya kunjungan tersebut. Menurutnya, peninjauan dilakukan setelah adanya instruksi dari Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk mengecek secara langsung informasi mengenai aktivitas pertambangan timah di perairan belakang kampus.
‎
‎“Setelah mendapatkan informasi tersebut, kami mendampingi rombongan menuju area belakang kampus untuk melihat langsung kondisi di lapangan,” terang Hadi.
‎
‎Dari hasil peninjauan, Hadi mengatakan aktivitas pertambangan timah tersebut masih terlihat dan lokasinya dinilai cukup dekat dengan kawasan kampus.
‎
‎“Setelah kami lihat langsung ke belakang kampus, ternyata aktivitas tersebut memang masih ada dan lokasinya cukup dekat dengan area kampus. Untuk memastikan jarak dan titik koordinatnya, tentu perlu dilakukan pengecekan lebih lanjut,” ujarnya.
‎
‎Ia menambahkan, keberadaan aktivitas pertambangan yang semakin terlihat di sekitar kawasan tersebut menjadi perhatian pihak kampus, terutama karena dikhawatirkan dapat berdampak terhadap kondisi lingkungan maupun kenyamanan aktivitas akademik.
‎
‎“Semua cukup terkejut melihat aktivitas tersebut masih berlangsung. Kami berharap ada solusi terbaik untuk mengatasi persoalan ini, terutama agar keberadaan aktivitas tersebut tidak menimbulkan dampak yang merugikan bagi lingkungan dan kampus,” imbuhnya.
‎
‎Satpol PP Siapkan Laporan untuk Ditindaklanjuti
‎Sementara itu, salah satu personel Satpol PP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Saleh, membenarkan bahwa pihaknya menemukan adanya aktivitas pertambangan di kawasan perairan belakang kampus.
‎
‎Menurut Saleh, hasil peninjauan tersebut akan dilaporkan kepada pimpinan sebagai bahan untuk menentukan langkah tindak lanjut.
‎
‎“Memang benar adanya aktivitas tersebut.
Setelah kami melakukan peninjauan secara langsung, hasilnya akan kami laporkan kepada atasan untuk ditindaklanjuti,” ungkap Saleh.
‎
‎Selain keberadaan aktivitas tambang, Saleh juga menyoroti suara dari aktivitas ponton yang disebut terdengar hingga ke area kampus.
‎
‎“Suara dari aktivitas ponton terdengar sampai ke area kampus. Ini tentunya bisa mengganggu aktivitas pembelajaran dan perkuliahan mahasiswa,” imbuhnya.
‎
‎Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena aktivitas yang berlangsung di sekitar kawasan kampus berpotensi bersinggungan dengan kenyamanan kegiatan akademik.
‎
‎Tak hanya persoalan suara, potensi dampak terhadap kondisi lingkungan juga menjadi hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya terkait kemungkinan terjadinya abrasi di sekitar kawasan perairan tersebut.
‎
‎“Tidak menutup kemungkinan ada dampak terhadap lingkungan, termasuk abrasi. Aktivitas ponton maupun perahu tentu perlu diperhatikan karena dampaknya tidak hanya berkaitan dengan aktivitas di perairan, tetapi juga kondisi lingkungan di sekitarnya,” tegas Saleh.
‎
‎Meski demikian, untuk memastikan sejauh mana dampak yang ditimbulkan, diperlukan pengamatan serta kajian lebih lanjut, termasuk pengecekan terhadap lokasi dan titik koordinat aktivitas pertambangan tersebut.
‎
‎Peninjauan Satpol PP Babel ini selanjutnya akan menjadi bahan laporan kepada pimpinan untuk menentukan langkah berikutnya terkait aktivitas pertambangan timah yang berada di sekitar perairan belakang Kampus Polman Babel.(Andu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *