Santunan BPJS Ketenagakerjaan Nelayan Tersambar petir Cair 233.5 Juta

Blog441 Dilihat



‎SUNGAILIAT — babelbersuara.com

Upaya istri korban kecelakaan laut akibat tersambar petir akhirnya membuahkan hasil. Widiya (37), istri almarhum Hasanudin (45), nelayan yang meninggal dunia akibat tersambar petir beberapa pekan lalu, menerima santunan Jaminan Kecelakaan Kerja dari BPJS Ketenagakerjaan dengan nominal Rp233.500.000.

‎Widiya, warga Parit Pekir, Sungailiat, Kabupaten Bangka, sebelumnya mendatangi Kantor BPJS Ketenagakerjaan Pangkalpinang dengan didampingi Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bangka, Lukman, S.Pd, serta perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan UPTT TPI Kabupaten Bangka. Kunjungan tersebut tidak sia-sia, karena pada Senin (22/12/2025) santunan BPJS Ketenagakerjaan tersebut langsung dicairkan.

‎Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Bangka, H,Feri insani, S.E.M.M. Dana tersebut diterima langsung oleh Widiya dengan wajah penuh kesedihan. Almarhum Hasanudin meninggalkan seorang istri dan lima orang anak.

‎Ketua HNSI Kabupaten Bangka, Lukman, S.Pd, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Bangka atas kepedulian dan peran aktifnya dalam mengawal serta membantu percepatan pencairan santunan BPJS Ketenagakerjaan bagi nelayan yang mengalami kecelakaan kerja di laut.

‎“Ini adalah bentuk kepedulian nyata pemerintah daerah terhadap nelayan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bangka yang turut mengawal proses pencairan hingga dana ini bisa segera diterima keluarga korban,” ujar Lukman.

‎Dalam kesempatan yang sama, Lukman juga menyampaikan terima kasih kepada PT Timah Tbk yang telah mendukung program dan usulan HNSI Bangka melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), khususnya dalam membantu pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi nelayan.

‎Santunan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga korban serta menjadi pengingat pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para nelayan yang bekerja dengan risiko tinggi di laut”.tutup lukman. (AD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *